Sabtu, 25 April 2009

25 Rasul

video

Khamis, 23 April 2009

Dengki

Ada seorang lelaki yang setiap hari mengunjungi raja. Setelah bertemu raja, ia selalu berkata, "Orang yang berbuat baik akan mendapat balasan, dan orang yang berbuat buruk, cukup keburukan itu sebagai balasannya."

Ada seseorang yang dengki melihat keakraban lelaki itu dengan raja. "Lelaki itu memiliki kedudukan yang dekat dengan raja, setiap hari ia bertemu raja," pikir si pendengki dengan perasaan kurang senang. Si pendengki kemudian menemui raja dan berkata, "Lelaki yang setiap hari menemuimu, jika keluar dari sini selalu berbicara buruk tentang kamu. Ia juga berkata bahwa bau mulutmu busuk." Raja terdiam.

Sekeluarnya dari kerajaan, pendengki duduk di tepi jalan yang biasa dilalui oleh lelaki yang akrab dengan raja. Ketika si lelaki itu lewat dalam perjalanannya menemui raja. Ia menghadangnya, "Kemarilah, singgahlah ke rumahku."

Setelah temannya singgah ke rumahnya, si pendengki menawarkan bawang merah dan putih, dan memaksanya agar ia memakannya. Karena dipaksa, ia akhirnya mau juga memakannya untuk melegakan hati orang itu. Bau bawang merah dan putih itu tentu tidak mudah hilang.

Selesai berkunjung ke tempat si pendengki, lelaki itu sebagaimana biasa mengunjungi raja. Sewaktu berjabatan tangan dengan raja, ia menutup mulutnya agar raja tidak mencium bau mulutnya.
"Rupanya benar perkataan orang itu, ia benar-benar menganggap mulutku bau," pikir raja. Sang raja kemudian memikirkan suatu rencana jahat.
Lelaki itu kemudian duduk dan berkata sebagaimana biasa, "Orang yang berbuat baik akan mendapat balasan, dan orang yang berbuat buruk, cukup keburukan itu sebagai balasannya."

Setelah merasa waktu berkunjungnya sudah cukup, ia kemudian pamit kepada raja. Raja berkata, "Bawalah surat ini dan serahkanlah kepada fulan." Surat itu berisi, "Jika sampai kepadamu pembawa surat ini, maka sembelih dan kulitilah dia, kemudian isilah tubuhnya dengan jerami."

Lelaki tadi keluar membawa surat raja. Di tengah jalan ia dihadang oleh si pendengki.
"Apa yang kamu bawa?" tanyanya.
"Surat raja untuk fulan. Surat ini beliau tulis dengan tangannya sendiri. Biasanya beliau tidak pernah menulis surat sendiri, kecuali dalam urusan pembagian hadiah.".

"Berikanlah surat itu kepadaku, aku ini sedang butuh uang," pintanya. Ia kemudian menceritakan kesulitan hidupnya. Karena kasihan, surat itu kemudian ia serahkan kepada si pendengki.
Si Pendengki menerimanya dengan senang hati. Setelah sampai di tempat tujuan, ia menyerahkan surat itu kepada teman raja.
"Masuklah ke sini, raja menyuruhku membunuhmu," kata teman raja.
"Yang dimaksud bukan aku, coba tunggulah sebentar biar kujelaskan," katanya ketakutan.
"Perintah raja tak bisa ditunda," kata teman raja.

Ia lalu membunuh, menguliti dan mengisi tubuh si pendengki dengan jerami.

Keesokan harinya, lelaki itu datang sebagaimana biasa dan berkata, "Orang yang berbuat baik akan mendapat balasan, dan orang yang berbuat buruk, cukup keburukan itu sebagai balasannya." Raja heran melihatnya masih hidup. Setelah diselidiki, terbongkarlah keburukan si pendengki.

"Tidak ada sesuatu yang terjadi antara aku dengannya, hanya saja kemarin ia mengundangku kerumahnya dan memaksaku makan bawang merah dan putih. Waktu aku menemuimu kututup mulutku agar kamu tidak mencium bau tidak sedap dari mulutku. Sekeluarnya dari sini, ia menemuiku dan menanyakan titipanmu," lelaki itu kemudian menceritakan semua yang terjadi.

Mendengar jalannya cerita, tahulah raja bahwa orang itu ternyata dengki kepada sahabatnya. "Benar ucapanmu, orang yang berbuat baik akan mendapat balasan, dan orang yang berbuat buruk, cukup keburukan itu sebagai balasannya."

Kedengkian di hati orang itu telah membunuh dirinya sendiri. Dengki itu merusak amal Dengki memakan kebaikan seperti api memusnahkan kayu bakar. (HR Ibnu Majah) Kedengkian seseorang hanya akan berakibat buruk bagi orang itu sendiri.

Sepotong Roti Penebus Dosa

Abu Burdah bin Musa Al-Asy'ari meriwayatkan, bahwa ketika menjelang wafatnya Abu Musa pernah berkata kepada puteranya: "Wahai anakku, ingatlah kamu akan cerita tentang seseorang yang mempunyai sepotong roti."
Dahulu kala di sebuah tempat ibadah ada seorang lelaki yang sangat tekun beribadah kepada Allah. Ibadah yang dilakukannya itu selama lebih kurang tujuh puluh tahun. Tempat ibadahnya tidak pernah ditinggalkannya, kecuali pada hari-hari yang telah dia tentukan. Akan tetapi pada suatu hari, dia digoda oleh seorang wanita sehingga diapun tergoda dalam bujuk rayunya dan bergelimang di dalam dosa selama tujuh hari sebagaimana perkara yang dilakukan oleh pasangan suami-isteri. Setelah ia sadar, maka ia lalu bertaubat, sedangkan tempat ibadahnya itu ditinggalkannya, kemudian ia melangkahkan kakinya pergi mengembara sambil disertai dengan mengerjakan solat dan bersujud.

Akhirnya dalam pengembaraannya itu ia sampai ke sebuah pondok yang di dalamnya sudah terdapat dua belas orang fakir miskin, sedangkan lelaki itu juga bermaksud untuk menumpang bermalam di sana, karena sudah sangat letih dari sebuah perjalanan yang sangat jauh, sehingga akhirnya dia tertidur bersama dengan lelaki fakir miskin dalam pondok itu. Rupanya di samping kedai tersebut hidup seorang pendita yang ada setiap malamnya selalu mengirimkan beberapa buku roti kepada fakir miskin yang menginap di pondok itu dengan masing-masingnya mendapat sebuku roti.

Pada waktu yang lain, datang pula orang lain yang membagi-bagikan roti kepada setiap fakir miskin yang berada di pondok tersebut, begitu juga dengan lelaki yang sedang bertaubat kepada Allah itu juga mendapat bahagian, karena disangka sebagai orang miskin. Rupanya salah seorang di antara orang miskin itu ada yang tidak mendapat bahagian dari orang yang membahagikan roti tersebut, sehingga kepada orang yang membahagikan roti itu ia berkata: "Mengapa kamu tidak memberikan roti itu kepadaku." Orang yang membagikan roti itu menjawab: "Kamu dapat melihat sendiri, roti yang aku bagikan semuanya telah habis, dan aku tidak membagikan kepada mereka lebih dari satu buku roti." Mendengar ungkapan dari orang yang membagikan roti tersebut, maka lelaki yang sedang bertaubat itu lalu mengambil roti yang telah diberikan kepadanya dan memberikannya kepada orang yang tidak mendapat bahagian tadi. Sedangkan keesokan harinya, orang yang bertaubat itu meninggal dunia.

Di hadapan Allah, maka ditimbanglah amal ibadah yang pernah dilakukan oleh orang yang bertaubat itu selama lebih kurang tujuh puluh tahun dengan dosa yang dilakukannya selama tujuh malam. Ternyata hasil dari timbangan tersebut, amal ibadat yang dilakukan selama tujuh puluh tahun itu dikalahkan oleh kemaksiatan yang dilakukannya selama tujuh malam. Akan tetapi ketika dosa yang dilakukannya selama tujuh malam itu ditimbang dengan sebuku roti yang pernah diberikannya kepada fakir miskin yang sangat memerlukannya, ternyata amal sebuku roti tersebut dapat mengalahkan perbuatan dosanya selama tujuh malam itu. Kepada anaknya Abu Musa berkata: "Wahai anakku, ingatlah olehmu akan orang yang memiliki sebuku roti itu!"

Kisah Qarun

Qarun adalah kaum Nabi Musa, berkebangsaan Israel, dan bukan berasal dari suku Qibthi (Gypsy, bangsa Mesir). Allah mengutus Musa kepadanya seperti diutusnya Musa kepada Fir'aun dan Haman. Allah telah mengaruniai Qarun harta yang sangat banyak dan perbendaharaan yang melimpah ruah yang banyak memenuhi lemari simpanan. Perbendaharaan harta dan lemari-lemari ini sangat berat untuk diangkat karena beratnya isi kekayaan Qarun. Walaupun diangkat oleh beberapa orang lelaki kuat dan kekar pun, mereka masih kewalahan.

Qarun mempergunakan harta ini dalam kesesatan, kezaliman dan permusuhan serta membuatnya sombong. Hal ini merupakan musibah dan bencana bagi kaum kafir dan lemah di kalangan Bani Israil.Dalam memandang Qarun dan harta kekayaannya, Bani Israil terbagi atas dua kelompok. Kelompok pertama adalah kelompok orang yang beriman kepada Allah dan lebih mengutmakan apa yang ada di sisi-Nya. Karena itu mereka tidak terpedaya oleh harta Qarun dan tidak berangan-angan ingin memilikinya. Bahkan mereka memprotes kesombongan, kesesatan dan kerusakannya serta berharap agar ia menafkahkan hartanya di jalan Allah dan memberikan kontribusi kepada hamba-hamba Allah yang lain.Adapun kelompok kedua adalah yang terpukau dan tertipu oleh harta Qarun karena mereka telah kehilangan tolok ukur nilai, landasan dan fondasi yang dapat digunakan untuk menilai Qarun dan hartanya. Mereka menganggap bahwa kekayaan Qarun merupakan bukti keridhaan dan kecintaan Allah kepadanya. Maka mereka berangan-angan ingin bernasib seperti itu.

Qarun mabuk dan terlena oleh melimpahnya darta dan kekayaan. Semua itu membuatnya buta dari kebenaran dan tuli dari nasihat-nasihat orang mukmin. Ketika mereka meminta Qarun untuk bersyukur kepada Allah atas sedala nikmat harta kekayaan dan memintanya untuk memanfaatkan hartanya dalam hal yang bermanfaat,kabaikan dan hal yang halal karena semua itu adalah harta Allah, ia justru menolak seraya mengatakan "Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu karena ilmu yang ada padaku"

Suatu hari, keluarlah ia kepada kaumnya dengan kemegahan dan rasa bangga, sombong dan congkaknya. Maka hancurlah hati orang fakir dan silaulah penglihatan mereka seraya berkata, "Moga-moga kiranya kita mempunyai seperti apa diberikan kepada Qarun; sesungguhnya ia benar-benar mempunyai keberuntungan yang besar."Akan tetapi orang-orang mukmin yang dianugerahi ilmu menasihati orang-orang yang tertipu seraya berkata, "Kecelakaan yang besarlah bagimu, pahala Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh…."

Berlakulah sunnatullah atasnya dan murka Allah menimpanya. Hartanya menyebabkan Allah murka, menyebabkan dia hancur, dan datangnya siksa Allah. Maka Allah membenamkan harta dan rumahnya kedalam bumi, kemudian terbelah dan mengangalah bumi, maka tenggelamlah ia beserta harta yang dimilikinya dengan disaksikan oleh orang-orang Bani Israil. Tidak seorangpun yang dapat menolong dan menahannya dari bencana itu, tidak bermanfaat harta kekayaan dan perbendaharannya.

Tatkala Bani Israil melihat bencana yang menimpa Qarun dan hartanya, bertambahlah keimanan orang-orang yang beriman dan sabar. Adapaun mereka yang telah tertipu dan pernah berangan-angan seperti Qarun, akhirnya mengetahui hakikat yang sebenarnya dan terbukalah tabir, lalu mereka memuji Allah karena tidak mengalami nasib seperti Qarun. Mereka berkata, "Aduhai, benarlah Allah melapangkan rezeki bagi siapa saja yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya dan menyempitkannya; kalau Allah tidak melimpahkan karunia-Nya atas kita benar-benar Dia telah membenamkan kita (pula). Aduhai benarlah, tidak beruntung orang-orang yang mengingkari (nikmat Allah)."

PENYEBUTAN QARUN DALAM QURAN

Nama Qarun diulang sebanyak empat kali dalam Al-Quran, dua kali dalam surah al-Qashash, satu kali dalam surah al-`Ankabut, dan satu kali dalam surah al-Mu'min.Penyebutan dalam surah al-`Ankabut pada pembahasan singkat tentang pendustaan oleh tiga orang oknum thagut, yaitu Qarun,Fir'aun, dan Haman, lalu Allah menghancurkan mereka.

"Dan (juga) Qarun, Fir'aun dan Haman. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka Musa dengan (membawa bukti-bukti) keterangan-keterangan yang nyata. Akan tetapi, mereka berlaku sombong di (muka) bumi, dan tiadalah mereka orang-orang yang luput (dari kehancuran itu).

Maka masing-masing (mereka itu) Kami siksa disebabkan dosanya, maka diantara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu, kerikil dan diantara mereka ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur, dan diantara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan diantara mereka ada yang Kami tenggelamkan, dan Allah sekali-kali tidak hendak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri." (al-`Ankabut: 39-40)

Penyebutan dalam surah al-Mu'min (Ghafir) pada kisah pengutusan Musa a.s. kepada tiga orang thagut yang mendustakannya."Dan sesungguhnya telah Kami utus Musa dengan membawa ayat-ayat Kami dan keterangan yang nyata, kepada Fir'aun, Haman, dan Qarun, maka mereka berkata, `(Ia) adalah seorang ahli sihir yang pendusta.'" (al-Mu'min:23-24)

Modul pengajaran Beriman kepada rasul

Set Induksi Beriman kepada Rasul

Penggunaan teknologi Dalam pendidikan Islam

Peta Konsep

Lambaian Kaabah Ting 4

Al-Mizan Tingkatan 3

Isnin, 20 April 2009

Khalid Bin Al-Walid

ORANG seperti dia, tidak dapat tanpa diketahui dibiarkan begitu saja. Dia harus diincar sebagai calon pemimpin Islam. Jika dia menggabungkan diri dengan kaum Muslimin dalam peperangan melawan orang-orang kafir, kita harus mengangkatnya kedalam golongan pemimpin" demikian keterangan Nabi ketika berbicara tentang Khalid sebelum calon pahlawan ini masuk Islam.

Khalid dilahirkan kira-kira 17 tahun sebelum masa pembangunan Islam. Dia anggota suku Banu Makhzum, suatu cabang dari suku Quraisy. Ayahnya bernama Walid dan ibunya Lababah. Khalid termasuk diantara keluarga Nabi yang sangat dekat. Maimunah, bibi dari Khalid, adalah isteri Nabi. Dengan Umar sendiri pun Khalid ada hubungan keluarga, yakni saudara sepupunya. Suatu hari pada masa kanak-kanaknya kedua saudara sepupu ini main adu gulat. Khalid dapat mematahkan kaki Umar. Untunglah dengan melalui suatu perawatan kaki Umar dapat diluruskan kembali dengan baik.

Ayah Khalid yang bernama Walid, adalah salah seorang pemimpin yang paling berkuasa diantara orang-orang Quraisy. Dia sangat kaya. Dia menghormati Ka'bah dengan perasaan yang sangat mendalam. Sekali dua tahun dialah yang menyediakan kain penutup Ka'bah. Pada masa ibadah Haji dia memberi makan dengan cuma-cuma bagi semua orang yang datang berkumpul di Mina.
Ketika orang Quraisy memperbaiki Ka'bah tidak seorang pun yang berani meruntuhkan dinding-dindingnya yang tua itu. Semua orang takut kalau-kalau jatuh dan mati. Melihat suasana begini Walid maju kedepan dengan bersenjatakan sekop sambil berteriak, "O, Tuhan jangan marah kepada kami. Kami berniat baik terhadap rumahMu".

Nabi mengharap-harap dengan sepenuh hati, agar Walid masuk Islam. Harapan ini timbul karena Walid seorang kesatria yang berani dimata rakyat. Karena itu dia dikagumi dan dihormati oleh orang banyak. Jika dia telah masuk Islam ratusan orang akan mengikutinya.
Dalam hati kecilnya Walid merasa, bahwa Al Qur-'an itu adalah kalimat-kalimat Allah. Dia pernah mengatakan secara jujur dan terang-terangan, bahwa dia tidak bisa berpisah dari keindahan dan kekuatan ayat-ayat suci itu.

Ucapan yang terus terang ini memberikan harapan bagi Nabi, bahwa Walid akan segera masuk Islam. Tetapi impian dan harapan ini tak pernah menjadi kenyataan. Kebanggaan atas diri sendiri membendung bisikan-bisikan hati nuraninya. Dia takut kehilangan kedudukannya sebagai pemimpin bangsa Quraisy. Kesangsian ini menghalanginya untuk menurutkan rayuan-rayuan hati nuraninya. Sayang sekali orang yang begini baik, akhirnya mati sebagai orang yang bukan Islam.
Suku Banu Makhzum mempunyai tugas-tugas penting. Jika terjadi peperangan, Banu Muhzum lah yang mengurus gudang senjata dan gudang tenaga tempur. Suku inilah yang mengumpulkan kuda dan senjata bagi prajurit-prajurit.

Tidak ada cabang suku Quraisy lain yang bisa lebih dibanggakan seperti Banu Makhzum. Ketika diadakan kepungan maut terhadap orang-orang Islam dilembah Abu Thalib, orang-orang Banu Makhzumlah yang pertama kali mengangkat suaranya menentang pengepungan itu.

Latihan Pertama
Kita tidak banyak mengetahui mengenai Khalid pada masa kanak-kanaknya. Tetapi satu hal kita tahu dengan pasti, ayah Khalid orang berada. Dia mempunyai kebun buah-buahan yang membentang dari kota Mekah sampai ke Taif. Kekayaan ayahnya ini membuat Khalid bebas dari kewajiban-kewajibannya.

Dia lebih leluasa dan tidak usah belajar berdagang. Dia tidak usah bekerja untuk menambah pencaharian orang tuanya. Kehidupan tanpa suatu ikatan memberi kesempatan kepada Khalid mengikuti kegemarannya. Kegemarannya ialah adu tinju dan berkelahi.
Saat itu pekerjaan dalam seni peperangan dianggap sebagai tanda seorang Satria. Panglima perang berarti pemimpin besar. Kepahlawanan adalah satu hal terhormat di mata rakyat.
Ayah Khalid dan beberapa orang pamannya adalah orang-orang yang terpandang dimata rakyat. Hal ini memberikan dorongan keras kepada Khalid untuk mendapatkan kedudukan terhormat, seperti ayah dan paman-pamanya. Satu-satunya permintaan Khalid ialah agar menjadi orang yang dapat mengatasi teman-temannya didalam hal adu tenaga. Sebab itulah dia menceburkan dirinya kedalam seni peperangan dan seni bela diri. Malah mempelajari keahlian mengendarai kuda, memainkan pedang dan memanah. Dia juga mencurahkan perhatiannya kedalam hal memimpin angkatan perang. Bakat-bakatnya yang asli, ditambah dengan latihan yang keras, telah membina Khalid menjadi seorang yang luar biasa. Kemahiran dan keberaniannya mengagumkan setiap orang.

Pandangan yang ditunjukkannya mengenai taktik perang menakjubkan setiap orang. Dengan gamblang orang dapat melihat, bahwa dia akan menjadi ahli dalam seni kemiliteran.
Dari masa kanak-kanaknya dia memberikan harapan untuk menjadi ahli militer yang luar biasa senialnya.

Menentang Islam
Pada masa kanak-kanaknya Khalid telah kelihatan menonjol diantara teman-temannya. Dia telah sanggup merebut tempat istimewa dalam hati rakyat. Lama kelamaan Khalid menanjak menjadi pemimpin suku Quraisy. Pada waktu itu orang-orang Quraisy sedang memusuhi Islam. Mereka sangat anti dan memusuhi agama Islam dan penganut-penganut Islam. Kepercayaan baru itu menjadi bahaya bagi kepercayaan dan adat istiadat orang-orang Quraisy. Orang-orang Quraisy sangat mencintai adat kebiasaannya. Sebab itu mereka mengangkat senjata untuk menggempur orang-orang Islam. Tunas Islam harus dihancurkan sebelum tumbuh berurat ber-berakar. Khalid sebagai pemuda Quraisy yang berani dan bersemangat berdiri digaris paling depan dalam penggempuran terhadap kepercayaan baru ini. Hal ini sudah wajardan seirama dengan kehendak alam.

Sejak kecil pemuda Khalid bertekad menjadi pahlawan Quraisy. Kesempatan ini diperolehnya dalam pertentangan-pertentangan dengan orang-orang Islam. Untuk membuktikan bakat dan kecakapannya ini, dia harus menonjolkan dirinya dalam segala pertempuran. Dia harus memperlihatkan kepada sukunya kwalitasnya sebagai pekelahi.

Peristiwa Uhud
Kekalahan kaum Quraisy didalam perang Badar membuat mereka jadi kegila-gilaan, karena penyesalan dan panas hati. Mereka merasa terhina. Rasa sombong dan kebanggaan mereka sebagai suku Quraisy telah meluncur masuk lumpur kehinaan Arang telah tercoreng dimuka orang-orang Quraisy. Mereka seolah-olah tidak bisa lagi mengangkat dirinya dari lumpur kehinaan ini. Dengan segera mereka membuat persiapan-persiapan untuk membalas pengalaman pahit yang terjadi di Badar.

Sebagai pemuda Quraisy, Khalid bin Walid pun ikut merasakan pahit getirnya kekalahan itu. Sebab itu dia ingin membalas dendam sukunya dalam peperangan Uhud. Khalid dengan pasukannya bergerak ke Uhud dengan satu tekad menang atau mati. Orang-orang Islam dalam pertempuran Uhud ini mengambil posisi dengan membelakangi bukit Uhud.
Sungguhpun kedudukan pertahanan baik, masih terdapat suatu kekhawatiran. Dibukit Uhud masih ada suatu tanah genting, dimana tentara Quraisy dapat menyerbu masuk pertahanan Islam. Untuk menjaga tanah genting ini, Nabi menempatkan 50 orang pemanah terbaik. Nabi memerintahkan kepada mereka agar bertahan mati-matian. Dalam keadaan bagaimana jua pun jangan sampai meninggalkan pos masing-masing.

Khalid bin Walid memimpin sayap kanan tentara Quraisy empat kali lebih besar jumlahnya dari pasukan Islam. Tetapi mereka jadi ragu-ragu mengingat kekalahant-kekalahan yang telah mereka alami di Badar. Karena kekalahan ini hati mereka menjadi kecil menghadapi keberanian orang-orang Islam.
Sungguh pun begitu pasukan-pasukan Quraisy memulai pertempuran dengan baik. Tetapi setelah orang-orang Islam mulai mendobrak pertahanan mereka, mereka telah gagal untuk mempertahankan tanah yang mereka injak.

Kekuatannya menjadi terpecah-pecah. Mereka lari cerai-berai. Peristiwa Badar berulang kembali di Uhud. Saat-saat kritis sedang mengancam orang-orang Quraisy. Tetapi Khalid bin Walid tidak goncang dan sarafnya tetap membaja. Dia mengumpulkan kembali anak buahnya dan mencari kesempatan baik guna melakukan pukulan yang menentukan.
Melihat orang-orang Quraisy cerai-berai, pemanah-pemanah yang bertugas ditanah genting tidak tahan hati. Pasukan Islam tertarik oleh harta perang, harta yang ada pada mayat-mayat orang-orang Quraisy. Tanpa pikir panjang akan akibatnya, sebagian besar pemanah-pemanah, penjaga tanah genting meninggalkan posnya dan menyerbu kelapangan.

Pertahanan tanah genting menjadi kosong. Khalid bin Walid dengan segera melihat kesempatan baik ini. Dia menyerbu ketanah genting dan mendesak masuk. Beberapa orang pemanah yang masih tinggal dikeroyok bersama-sama. Tanah genting dikuasai oleh pasukan Khalid dan mereka menjadi leluasa untuk menggempur pasukan Islam dari belakang.
Dengan kecepatan yang tak ada taranya Khalid masuk dari garis belakang dan menggempur orang Islam dipusat pertahanannya. Melihat Khalid telah masuk melalui tanah genting, orang-orang Quraisy yang telah lari cerai-berai berkumpul kembali dan mengikuti jejak Khalid menyerbu dari belakang. Pemenang-pemenang antara beberapa menit yang lalu, sekarang telah terkepung lagi dari segenap penjuru, dan situasi mereka menjadi gawat.

Khalid bin Walid telah merobah kemenangan orang Islam di Uhud menjadi suatu kehancuran. Mestinya orang-orang Quraisylah yang kalah dan cerai-berai. Tetapi karena gemilangnya Khalid sebagai ahli siasat perang, kekalahan-kekalahan telah disunglapnya menjadi satu kemenangan. Dia menemukan lobang-lobang kelemahan pertahanan orang Islam.
Hanya pahlawan Khalidlah yang dapat mencari saat-saat kelemahan lawannya. Dan dia pula yang sanggup menarik kembali tentara yang telah cerai-berai dan memaksanya untuk bertempur lagi. Seni perangnya yang luar biasa inilah yang mengungkap kekalahan Uhud menjadi suatu kemenangan bagi orang Quraisy.

Ketika Khalid bin Walid memeluk Islam Rasulullah sangat bahagia, karena Khalid mempunyai kemampuan berperang yang dapat digunakan untuk membela Islam dan meninggikan kalimatullah dengan perjuangan jihad. Dalam banyak kesempatan peperangan Islam Khalid bin Walid diangkat menjadi komandan perang dan menunjukan hasil gemilang atas segala upaya jihadnya. Betapapun hebatnya Khalid bin Walid di dalam medan pertempuran, dengan berbagai luka yang menyayat badannya, namun ternyata kematianya diatas ranjang. Betapa menyesalnya Khalid harapan untuk mati sahid dimedan perang ternyata tidak tercapai dan Allah menghendakinya mati di atas tempat tidur, sesudah perjuangan membela Islam yang luar biasa itu. Demikianlah kekuasaan Allah. Manusia berasal dari Allah dan akan kembali kepada-Nya sesuai dengan kemaua-Nya.

APLIKASI CD-ROM DALAM KELAS KEMAHIRAN AL-QURAN

ARUS MULTIMEDIA DALAM PENDIDIKAN : APLIKASI CD-ROM DALAM KELAS KEMAHIRAN AL-QURAN (KKQ).

_______________________________________________________________________________________

Amisah Durman

Sahrizan Zakaria

Suzanah Hasim

Email : ampaiampai@Gmail.com

Abstract

Nowadays, using of teaching material aids by computer in process of teaching and learning have expanded at all institutes in Malaysia. Teaching and learning process of Islamic education also can’t escaped from this scenario. Using computer as a teaching material in Islamic education can be described in various aspects. However, in this article, we just explain about one of the aspect, it is using courseware especially in subject of learning “tarannum”. Generally, refer to the fact that using of courseware like CD-ROM was able to make teaching and learning process works more effectively so that by the same way, using CD-ROM in subject “tarannum” also can perform the same benefit. But the question in this issue is how using of that courseware or CD-ROM is able to make the teaching and learning ‘tarannum” process become easier and can it be as one of the best teaching material aids than the other teaching metarial? So to answer the question, we also provide the reasons and our explaination in this article based on our study of that issue. Finally, we also clarifiy about the challenges that the teachers will face in future in the new era of technology , besides we give our view about the importance of expertise the computer skills to all religious teachers.


Pengenalan

Tidak dapat dinafikan bahawa penggunaan multimedia masa kini semakin tersebar luas dan mendapat tempat di serata dunia, dan tidak terkecualilah juga di negara kita. Penggunaannya telah membawa harapan yang tinggi bahawa teknologi dapat digunakan dengan meluas khususnya di dalam bilik darjah. Banyak kekuatan dan faedah yang boleh didapati daripadanya menyebabkan ianya mendapat pengiktirafan daripada ramai pendidik. Multimedia ini adalah gabungan dua perkataan iaitu multi dan media yang boleh didefinisikan sebagai pelbagai media (Abdul Ghani Shamsuddin, 1997, hlm.146). Antara peranan multimedia ini menurut Giam Kah Low (1999) dapat dilihat dari kajian psikologi kognitif yang menunjukkan seseorang pelajar akan ingat 10% apa yang dibaca, 20% daripada apa yang didengar, 30% daripada apa yang dilihat, 50% daripada apa yang dilihat dan didengar, 70% daripada apa yang di suarakan sendiri, dan 90% daripada apa yang dilakukan sendiri (hlm.59). Oleh yang demikian, dapat disimpulkan bahawa pembelajaran yang berkesan boleh dicapai sekiranya semua pancaindera pelajar terlibat secara aktif dalam pembelajaran. Selain itu, multimedia juga berperanan sebagai perangsang motivasi pelajar. Contohnya seperti melalui penggunaan program hipermedia. Program yang dikendalikan ini mampu menarik perhatian orang ramai. Dan menurut Rozinah Jamaluddin (2005), ciri-ciri hipermedia mempunyai keupayaan yang tinggi dalam menggalakkan pelajar menjadi seorang yang proaktif (hlm. 45). Dan peranan lain multimedia ini ialah ianya alat yang mempunyai sifat keanjalan, dan maksud keanjalan ini boleh digambarkan melalui situasi ini iaitu : ada di kalangan yang pelajar tidak pandai dalam ekspresi penulisan, tetapi dia mempunyai ciri-ciri visual yang boleh mendokumentasikan benda dengan sesuatu bunyi atau gambar. Maka dapat didefinisikan bahawa keanjalan multimedia ini adalah berkaitan dengan fungsi penggunaannya yang boleh diadaptasikan sesuai dengan kebolehan dan kemampuan pelajar.


Perkembangan multimedia dalam pendidikan

Perkembangan pesat era teknologi maklumat dan komunikasi dalam dekad ini berlaku dengan begitu pantas sekali di seluruh pelosok dunia seiring dengan perkembangan keperluan hidup manusia yang sentiasa bertambah dari semasa ke semasa. Zaman ini, kehidupan manusia yang semakin kompleks menjadi salah satu faktor penggunaan teknologi maklumat dan komunikasi ini semakin meluas dan salah satu faedah dari perkembangan teknologi ini ialah multimedia.

Sejajar dengan perkembangan pesat ini, negara kita juga turut menerima tempiasnya. Dan buktinya ialah langkah kerajaan menubuhkan Koridor Raya Multimedia (MSC) pada 27 Ogos 1995 yang telah diumumkan secara rasminya oleh Perdana Menteri Malaysia yang ke-4, Dato’ Seri Dr. Mahathir Mohamad (Baharuddin Aris et al., 2003, hlm. 1). Sehubungan dengan penubuhan MSC ini, aspek yang turut diambil perhatian adalah pendidikan. Ini kerana antara dasar kerajaan yang ada dicadangkan dalam MSC ini ialah penubuhan sekolah bestari. Pada masa ini, kerajaan sedang berusaha giat untuk memperkasakan penubuhan sekolah bestari seperti yang telah dicadangkan. Dan antara dasar penubuhan sekolah bestari ini ialah menubuhkan sekolah yang dilengkapi dengan perkakasan IT dan multimedia.

Namun begitu, seringkali terdapat persepsi yang salah mengenai konsep sebenar sekolah bestari ini. Ramai yang menyangka bahawa sekolah bestari adalah sebuah sekolah yang keseluruhannya berkomputer. Namun, konsep sekolah bestari yang sebenarnya bukanlah mengenai teknologi semata-mata. Penggunaan multimedia adalah merupakan salah satu komponen sahaja (Baharuddin Aris et al., 2003, hlm. 7). Sekolah bestari juga bukanlah sekolah yang dikhaskan untuk pelajar pintar atau sekolah di bandar besar, tetapi penubuhannya adalah meliputi semua peringkat pelajar sama ada yang berada di bandar atau diceruk tempat terpencil sekalipun. Dalam perancangan Kementerian Pendidikan Malaysia, semua sekolah di seluruh negara akan menjadi sekolah bestari, 85 buah sekolah bestari dijangka siap dibina dalam tahun 1999 dan pada tahun 2010, projek sekolah bestari ini akan dikembangkan ke semua sekolah rendah dan sekolah menengah (Baharuddin et al., 2003, hlm. 13).

Rancangan kerajaan mengenai penubuhan sekolah bestari ini secara tidak langsung pasti akan mempengaruhi kurikulum yang sedia ada di sekolah. Mohd Hang Tuah Ismail (2005) menyatakan bahawa pembaharuan dan semakan semula kurikulum Pendidikan Islam juga telah disyorkan oleh Jemaah Menteri dengan mengambil kira penekanan terhadap kandungan teks dan kaedah pelaksanaan kurikulum yang lebih berkesan untuk dilaksanakan di sekolah (hlm. 47). Akhirnya melalui kurikulum baru Pendidikan Islam yang telah dikaji semula, pelbagai unsur penggunaan ICT telah diselitkan di dalam buku teks Pendidikan Islam demi menggalakkan para guru Pendidikan Islam mahir menggunakan multimedia. Oleh yang demikian, kami berpendapat kurikulum kelas kemahiran Al-Quran (KKQ) di semua SMKA seluruh negara dan kelas aliran agama (KAA) juga turut menerima perubahan selaras dengan semakan semula kurikulum Pendidikan Islam teras dan elektif.


Aplikasi CD-ROM dalam Pengajaran dan Pembelajaran (P&P) Kelas Kemahiran Al-Quran (KKQ)

Perkembangan multimedia yang begitu pesat dalam pendidikan telah membawa kepada impak perubahan yang besar kepada proses P&P yang berlaku di sekolah, dan hal ini secara tidak langsung telah mencabar dan mendorong para guru untuk turut serta dalam perkembangan yang berlaku khususnya guru yang mengajar kelas kemahiran Al-Quran (KKQ). Memahirkan diri dalam kemahiran teknologi ini tidak akan merugikan guru. Hal ini turut disokong oleh International Society for Technology in Education (ISTE) yang menyarankan guru untuk menguasai dan menggunakan multimedia dalam pengajaran (Baharuddin Aris et.al., 2003, hlm. 24). Ini kerana antara kelebihan jika mahir dalam bidang IT ini ialah dapat menghasilkan Bahan Bantu Mengajar (BBM) yang lebih berkesan.

Dan salah satu BBM berbantukan komputer yang berkesan ialah dengan menggunakan program perisian kursus computer (courseware) seperti CD-ROM. Walaupun penggunaan CD-ROM ini masih lagi belum meluas dalam kalangan guru KKQ, namun terdapat segilintir pihak yang mula menyedari tentang kepentingan penggunaan CD-ROM ini dalam P&P kelas kemahiran Al-Quran. Ini kerana, pengeluaran CD-ROM untuk belajar Al-Quran telah mula diperkenalkan di pasaran akhir-akhir ini. Penggunaan CD-ROM dalam P&P kelas kemahiran Al-Quran ini sangat penting kerana ianya dapat memudahkan proses pengajaran Al-Quran khususnya dalam bidang hafazan, tarannum dan Qiraat. Namun persoalannya ialah bagaimanakah penggunaan CD-ROM ini dapat memudahkan proses P&P kelas kemahiran Al-Quran dalam bidang tarannum ?

Untuk mempelajari bidang-bidang Al-Quran seperti hafazan, tarannum dan Qiraat secara berkesan, kaedah pengajaran yang paling sesuai untuk digunakan oleh guru ialah kaedah talaqqi dan musyafahah. Dalam kaedah ini, guru akan berhadapan secara langsung dengan pelajar untuk mendengar dan membetulkan bacaan pelajar. Namun disebabkan kekangan peruntukan masa yang terhad untuk kelas kemahiran Al-Quran atau kelas aliran agama di sekolah iaitu sebanyak 3 jam dalam seminggu, maka guru tidak mungkin berkesempatan untuk bertalaqqi dengan setiap pelajar hanya dalam masa 3 jam (http://www.zainul.com/kkq/panduan.htm). Oleh itu kami berpendapat penghasilan CD-ROM dalam bidang tarannum sedikit sebanyak dapat membantu guru dan pelajar. Berdasarkan pembacaan dari bahan rujukan yang kami peroleh, kami berpendapat antara aspek-aspek yang menyebabkan penggunaan CD-ROM ini yang dapat memudahkan guru dan pelajar dalam kelas kemahiran Al-Quran ialah mudah dibawa, mudah dipelajari, mudah dimiliki dan pembelajaran kendiri.

Aspek pertama yang akan kami huraikan ialah berkenaan saiz CD-ROM. Saiz CD-ROM yang kecil menyebabkan ianya mudah untuk dibawa guru dan pelajar ke mana-mana. Di samping itu, cara untuk menggunakan CD-ROM ini juga mudah untuk dipelajari. Guru atau pelajar hanya perlu memasang CD-ROM ke pemacu cakera padat pada komputer dan mengklik ikon yang berkaitan untuk membolehkan CD-ROM beroperasi seperti sistem audio yang lengkap. Kecanggihan fungsi komputer juga membolehkan pelajar memasang CD-ROM berulang-ulang kali sehingga pelajar dapat menguasai lagu tarannum. Selain itu, aspek lain yang menjadi faktor CD-ROM popular digunakan sebagai BBM ialah kerana harganya yang murah. Pada penghujung tahun 1996, pengeluaran program multimedia dalam bentuk cakera padat iaitu CD-ROM telah meningkat sehingga lebih daripada 15 ribu unit. Peningkatan pengeluaran CD-ROM ini secara tidak langsung juga menjadi faktor penjualan harga CD-ROM menurun dari berharga kira-kira RM250.00 pada tahun 1992 kepada kira-kira RM50.00 pada tahun 1999 (Baharuddin Aris et. al., 2003, hlm. 89). Harga yang berpatutan ini menyebabkan CD-ROM mudah dimiliki guru dan pelajar. Untuk mempelajari bidang Al-Quran seperti tarannum dengan berkesan, pelajar seharusnya perlu mempraktis lagu tarannum yang diajar secara konsisten dan sudah pasti mempraktis lagu tarannum tersebut menuntut pelajar untuk meluangkan masa yang lebih lama dari masa pengajaran yang diperuntukan kementerian. Namun disebabkan masa pengajaran yang terhad, pembelajaran yang berkesan tidak mungkin berlaku dalam kalangan pelajar. Oleh yang demikian, salah satu jalan penyelesaian untuk mengatasi masalah ini ialah melalui pembelajaran menggunakan CD-ROM. Ini kerana melalui penggunaan CD-ROM, pelajar dapat belajar secara kendiri. Menurut Baharuddin Aris et al., (2003), program pembelajaran kendiri ini tidak memerlukan seseorang pelajar itu untuk berada bersama-sama guru di lokasi dan masa yang ditetapkan. Melalui CD-ROM pelajar boleh melatih cara bacaanya sendiri walaupun guru tidak ada bersama-sama pada masa itu (hlm. 157). Walaubagaimanapun satu perkara yang perlu diambil perhatian dalam penggunaan CD-ROM sebagai BBM ialah guru perlu mengaplikasikan CD-ROM tersebut di dalam kelas dan CD-ROM yang digunakan ini hanyalah sebagai panduan dan bimbingan tambahan kepada pelajar. Selain daripada aspek-aspek yang telah disebutkan, faktor lain mengapa penggunaan CD-ROM dapat membantu P&P bidang tarannum berlaku dengan lebih berkesan ialah kerana persembahan perisian dalam CD-ROM yang baru dan menarik berbanding BBM tradisional yang lain. CD-ROM ini dikatakan menarik kerana ciri-ciri yang terdapat pada CD-ROM seperti audio, teks, grafik, animasi dan imej. Menurut Ee Ah Meng dalam Literasi Komputer, media yang dapat meningkatkan aktiviti pengajaran dan pembelajaran adalah dilihat dari aspek daya penarik bahan yang dapat mengelakkan kebosanan pelajar (hlm. 52). Selain itu, bahan multimedia seperti CD-ROM ini membawa ciri penting khusus dalam konteks pendidikan iaitu interaktif ( Sohaimi Abdul Aziz, 1997, hlm. 53). Media yang baik ialah media yang dapat melibatkan penglibatan pelajar secara maksimum.


Kesimpulan

Membicarakan mengenai penggunaan CD-ROM sebagai Bahan Bantu Mengajar yang memudahkan P&P kelas kemahiran Al-Quran, satu klasifikasi yang dapat kami simpulkan ialah ianya merupakan satu usaha yang baru dan dinamik oleh guru Pendidikan Islam di negara kita dalam memartabatkan inisiatif penubuhan sekolah bestari yang dicadangkan kerajaan. Namun usaha penggunaan teknologi ini sebagai pengupaya (enabler) yang mempunyai kelebihan berbanding dengan kaedah sedia ada (tradisional) adalah bergantung kepada sejauh mana perisian kursus (courseware) yang ada di pasaran pada masa kini berkualiti dan sesuai dengan silibus kurikulum di sekolah. Selain itu, pengeluaran CD-ROM yang boleh diaplikasikan dalam P&P kelas kemahiran Al-Quran bagi bidang tarannum di pasaran juga hanya sedikit sahaja dan terhad. Maka antara cabaran yang harus digalas oleh guru pendidikan Islam yang mengajar kelas kemahiran Al-Quran ialah menghasilkan lebih banyak perisian kursus (courseware) yang bersesuaian dengan kurikulum sedia ada sebagai BBM bidang tarannum dan bidang-bidang Al-Quran yang lain seperti tajwid, Qiraat dan hafazan. Selain itu, kemajuan teknologi yang meresap masuk secara perlahan-lahan ke dalam kurikulum sekolah juga bakal merubah persepsi para guru Pendidikan Islam pada masa akan datang mengenai peranan multimedia. Dalam era teknologi kelak, aplikasi multimedia akan semakin meluas sama ada dalam pentadbiran, pengurusan dan pengajaran di sekolah. Oleh yang demikian, kami berpendapat hal ini sedikit sebanyak akan mengelirukan guru Pendidikan Islam mengenai peranan mereka yang lebih penting berbanding multimedia, sekaligus menurunkan motivasi mereka untuk meningkatkan prestasi dalam pekerjaan. Walaupun pada masa akan datang peranan multimedia akan membawa impak yang besar dalam pendidikan, namun guru Pendidikan Islam sepatutnya tidak leka dengan peranannya dalam membangunkan bangsa manusia. Peranan multimedia hanyalah sebagai alat yang menyimpan dan membawa maklumat sahaja. Multimedia tidak mempunyai emosi seperti manusia, oleh itu multimedia tidak akan mampu membina sahsiah dan jati diri pelajar. Dan sejajar dengan perkembangan era teknologi maklumat masa kini, kami menyarankan wajarlah setiap guru termasuk guru Pendidikan Islam membina kecekapan menggunakan teknologi maklumat kerana kelebihan yang ada pada teknologi maklumat sebagai pemudah dan pemangkin proses P&P di sekolah.



RUJUKAN

Abdul Ghani Samsuddin & Norhashimi Saad. (1997). Sekolah Bestari dari Perspektif Islam dan Perisian Multimedia dalam Pengajaran Pendidikan Islam. Prosiding Seminar Kebangsaan Teknologi Maklumat (hlm. 141-158). Selangor: Maktab Perguruan Islam.

Ahmad Rafizi Salleh. (1997). Penggunaan Teknologi Maklumat Dalam Pengajaran Dan Pembelajaran Bahasa Arab. Prosiding Seminar Kebangsaan Teknologi Maklumat dalam Pendidikan Islam (hlm. 65-78). Selangor: Maktab Perguruan Slam.

Ambugapthy, P. (1999). Literasi dalam Pendidikan : Perubahan dan Cabaran. Kuala Lumpur: Pusat Pembangunan dan Pendidikan Komuniti.

Baharuddin, A. (2003). Sains Komputer Teknik dan Teknologi. Selangor: Venton Publishing Sdn Bhd.

Giam Kah, L. (1999). Gaya Pembelajaran dan Penggunaan Multimedia dalam Pengajaran dan pembelajaran. Jurnal Pendidikan TIGAENF , 57-63.

Hatim Mohd Tahir, et al. (1994). Literasi Komputer. Kuala Lumpur: Fajar Bakti Sdn Bhd.

Rozinah Jamaluddin. (2005). Multimedia dalam Pendidikan. Kuala Lumpur: Utusan Publications & Distributors.

Jamaludin Harun, et al. (2001). Pembangunan Perisian Multimedia Satu Pendekatan Sistematik. Selangor: Venton Publishing Sdn Bhd.

Mohd Hang Tuah Ismail. (2005). Penggunaan Kaedah Pengajaran Dan Pembelajaran Berdasarkan Komputer Di Kalangan Guru-Guru Pendidikan Islam. Fakulti Pendidikan : Universiti Malaya.

Salleh Hasan. (1997). Pendidikan Guru Bestari : Cabaran Dan Pengisian. Prosiding Seminar Kebangsaan Teknologi Maklumat dalam Pendiidkan Islam (hlm. xvii-xxvii). Selangor: Maktab Perguruan Islam.

Sohaimi Abdul Aziz. (1997). Sastera Kanak-kanak Islam : Cabaran Dan Masa Depan Dalam Era Multimedia Digital. Prosiding Seminar Kebangsaan Teknologi Maklumat Pendidikan Islam (hlm. 47-57). Selangor: Maktab Perguruan Islam.

Tajul Nordin, A. (1993). Penggunaan Teknologi Canggih dalam Pendidikan Islam Pada Abad ke-12. Seminar Islam Dan Cabaran Abad Ke-21 (hlm. 1-10). Selangor: Universiti Kebangsaan Malaysia.

___________. ( t.t ). Panduan Pelaksanaan KKQ Di Sekolah. Dimuat turun pada Mac 20, 2009, daripada http://www.zainul.com/kkq/panduan.htm.

Jumaat, 17 April 2009

AYAH JUGA LUPA

Dengar Nak: Ayah mengatakan ini pada saat kau terbaring tidur, sebelah tangan kecil merayap di bawah pipimu dan rambutmu yang hitam legam lengket pada dahimu yang lembab. Ayah menyelinap masuk seorang diri ke kamarmu. Baru beberapa menit yang lalu, ketika Ayah sedang membaca koran di ruang perpustakaan, satu sapuan sesal yang amat dalam menerpa. Dengan perasaan bersalah Ayah datang masuk menghampiri pembaringanmu.

Ada hal-hal yang Ayah pikirkan, Nak: Ayah selama ini bersikap kasar kepadamu. Ayah membentakmu ketika kau sedang berpakaian hendak pergi ke sekolah karena kau cuma menyeka mukamu sekilas dengan handuk. Lalu ayah lihat kau tidak membersihkan sepatumu. Ayah berteriak marah tatkala kau melempar beberapa barangmu ke lantai.

Saat makan pagi Ayah juga menemukan kesalahan. Kau meludahkan makananmu. Kau menelan terburu-buru makananmu. Kau meletakkan sikumu di atas meja. Kau mengoles mentega terlalu tebal di rotimu. Dan begitu kau baru mulai bermain dan Ayah berangkat ke Site, kau berpaling dan melambaikan tangan sambil berseru, "Selamat jalan, Ayah! Hati-hati di jalan ya" dan ayah mengerutkan dahi, lalu menjawab, "Tegakkan bahumu!"

Kemudian semua itu berulang lagi pada setiap ayah pulang dari Site. Begitu Ayah tiba di rumah, Ayah segera mengamatimu dengan cermat, memandang hingga lutut, memandangmu yang sedang bermain kelereng. Ada lubang-lubang pada kaus kakimu. Ayah menghinamu di depan kawan-kawanmu, lalu menggiringmu untuk pulang ke rumah. Kaus kaki mahal --dan kalau kau yang harus membelinya, kau akan lebih berhati-hati! Bayangkan itu, Nak, itu keluar dari pikiran seorang ayah!

Apakah kau ingat, nantinya, ketika Ayah sedang membaca di ruang perpustakaan, bagaimana kau datang dengan perasaan takut, dengan rasa terluka dalam matamu? Ketika Ayah terus memandang koran, tidak sabar karena gangguanmu, kau jadi ragu-ragu di depan pintu. "Kau mau apa?" semprot Ayah.

Kau tidak berkata sepatah pun, melainkan berlari melintas dan melompat ke arah Ayah, kau melemparkan tanganmu melingkari leher saya dan mencium Ayah, tangan-tanganmu yang kecil semakin erat memeluk dengan hangat, kehangatan yang telah Alloh tetapkan untuk mekar di hatimu dan yang bahkan pengabaian sekali pun tidak akan mampu melemahkannya. Dan kemudian kau pergi, bergegas menaiki tangga.

Nak, Nak, sesaat setelah itu koran jatuh dari tangan Ayah, dan rasa takut yang menyakitkan menerpa Ayah. Kebiasaan apa yang sudah Ayah lakukan? Kebiasaan dalam menemukan kesalahan, dalam mencerca --ini adalah hadiah Ayah untukmu sebagai seorang anak lelaki. Bukan berarti Ayah tidak mencintaimu; Ayah lakukan ini karena Ayah berharap terlalu banyak dari masa muda. Ayah sedang mengukurmu dengan kayu pengukur dari tahun-tahun Ayah sendiri.

Dan sebenarnya begitu banyak hal yang baik dan benar dalam sifatmu. Hati mungil milikmu sama besarnya dengan fajar yang memayungi bukit-bukit luas. Semua ini kau tunjukkan dengan sikap spontanmu saat kau menghambur masuk dan mencium Ayah sambil mengucapkan selamat tidur. Tidak ada masalah lagi malam ini, Nak. Ayah sudah datang ke tepi pembaringanmu dalam kegelapan, dan Ayah sudah berlutut di sana, dengan rasa malu!

Ini adalah sebuah rasa tobat yang lemah; Ayah tahu kau tidak akan mengerti hal-hal seperti ini kalau Ayah sampaikan padamu saat kau terjaga. Tapi esok hari Ayah akan menjadi ayah sejati! Ayah akan bersahabat karib denganmu, dan ikut menderita bila kau menderita, dan tertawa bila kau tertawa. Ayah akan menggigit lidah Ayah kalau kata-kata tidak sabar keluar dari mulut Ayah. Ayah akan terus mengucapkan kata ini seolah-olah sebuah ritual: "Dia cuma seorang anak kecil -- anak lelaki kecil!"

Ayah khawatir sudah membayangkanmu sebagai seorang lelaki. Namun, saat Ayah memandangmu sekarang, Nak, meringkuk berbaring dan letih dalam tempat tidurmu, Ayah lihat bahwa kau masih seorang bayi. Kemarin kau masih dalam gendongan ibumu, kepalamu berada di bahu ibumu. Ayah sudah meminta terlalu banyak, sungguh terlalu banyak.

--------------------------------------------------------------------------

Rahsia Kurma

Buah kurma atau dalam bahasa Arab menggelarnya tamar tergolong dalam keluarga phoenix. Sekumpulan jenis palm seperti kelapa sawit sementara buahnya bertangkai seperti buah pinang. Kurma mengandungi khasiat pemakanan yang tinggi seperti kismis dan aprikot kering. Antaranya kurma kaya dengan protein, serat, gula, vitamin A dan C serta zat mineral atau galian seperti besi, kalsium, sodium dan potasium.

Selain kebiasaan, umat Islam digalakkan berbuka dengan kurma bersandarkan sabda Rasulullah s.a.w. yang lain maksudnya: "Rumah yang tiada kurma seperti rumah yang tidak mempunyai makanan". Kurma diangkat tinggi oleh Rasulullah kerana mempunyai nilai kandungan makanan yang tinggi.

Kandungan protein di dalam kurma lebih kurang 1.8 hingga 2.0 peratus, serat 2.0 hingga 4.0 peratus manakala kandungan gulanya 50 hingga 57 peratus glukosa. Ini menunjukkan kandungan gula didalamnya telah ditukar secara semulajadi. Bermakna apabila kita memakan kurma, tenaga yang diserap tubuh adalah serta-merta. Sebaliknya gula di dalam kebanyakan buah-buahan dikenali sebagai fraktosa dan gula tebu atau gula pasir yang biasa mengandungi sukrosa tidak boleh menyerap terus dalam tubuh. Ia terpaksa dipecahkan dahulu oleh enzim sebelum bertukar menjadi glukosa lalu diserap tubuh sebagai tenaga.

Disunatkan berbuka dengan kurma kerana orang yang berpuasa tidak makan selama 12 jam. Kurma menyumbang tenaga serta-merta kepada si pemakan dan ini memudahkan seseorang beribadat dan menunaikan sembahyang maghrib atau tarawih. Apabila tubuh berasa segar dan bertenaga ia menghalang kita makan berlebihan atau mengikut nafsu. Kadangkala waktu berbuka kita makan terlalu banyak, tetapi masih letih dan tidak bertenaga. Sebabnya makanan yang diambil kebanyakan mengandungi karbohidrat, tanpa tenaga serta-merta menjadi penyebab selesai makan, mata pun mengantuk.

Kita makan kurma tanpa buang kulitnya yang mengandungi serat. Amat baik untuk mencegah barah usus besar kerana ia melawaskan. Sementara kandungan vitamin A dan C amat tinggi pada peringkat khalal atau rotab dan menurun sedikit pada peringkat tamar. Selain itu ia mengandungi zat galian dan yang paling banyak dikenali sebagai potasium. Potasium diperlukan oleh tubuh untuk sistem saraf kerana kurma adalah excellent source atau sumber mujarab. Memang dalam susu, yogurt dan makanan laut juga mengandungi potasium tetapi jumlahnya sedikit.

Pengambilan potasium yang berlebihan tidak mengumpul toksid di dalam tubuh atau memudaratkan. Sebaliknya ia merangsang selera akan bagi yang berpenyakit serta bagus untuk golongan yang mengalami sembelit, lemah otot, sengal-sengal badan, letih, lesu, mengalami tekanan serta menguatkan ingatan. Ramai beranggapan hanya kismis yang baik untuk menguatkan ingatan, sebenarnya kurma juga setanding. Mungkin atas alas an pihak-pihak tertentu atau negara pengeluar anggur telah menjalankan kempen makan kismis dan mempopularkan khasiatnya.

Kurma diakui sebagai buah berkhasiat dan sebagaimana Firma Allah s.w.t. dalam surah al-Mukminah ayat 19, "Kemudian Kami tumbuhkan kerananya kebun kurma dan anggur untuk kamu. Di sana kamu peroleh buah-buahan yang banyak, dan sebahagiaannya kamu makan."

Diriwayat oleh Aishah r.a. yang menjelaskan, kurma mengandungi ubat. "Jika sesiapa yang selalu makan kurma akan dihindari daripada terkena racun yang dimakan."

Dikisahkan sewaktu Mariam melahirkan Nabi Isa a.s. di bawah pohon kurma. Telah datang malaikat Jibrail menyuruh Mariam menggegar pohon kurma lantas dimakannya. Dengan izin Allah, ia memudahkan kelahiran Nabi Isa a.s.

Dalam bidang perubatan dengan ketiadaan kolesterol, lemak dan gula didalam kurma, ia amat baik untuk meredakan tekanan darah tinggi.

Dalam perubatan homeopati, biji kurma dikisar halus atau dijadikan serbuk seperti teh. Direndam dan diminum bagi menyembuhkan pelbagai jenis penyakit.

Begitu juga dalam rawatan kaedah sufism, menjadikan kurma salah satu penawar penyakit.

Melalui petua tertentu, kurma dimakan bersama badam dan madu untuk menyembuhkan penyakit. Kurma dikatakan menambah tenaga seksual atau batin.

Jus buah kurma mungkin baru di negara ini. sebaliknya di negara pengeluar selain dimakan segar, kering atau salai, kurma dibuang biji dan diganti dengan kacang tanah, badam atau gajus bagi mengenakkannya. Kurma juga dibuat jem, sirap atau bahan tambahan dalam aiskrim.

Kita seharusnya memakan buah kurma bukan hanya dalam bulan puasa sahaja. Kurma baik dijadikan pembasuh mulut selepas makan atau menggantikannya makanan ringan yang rata-rata mengandungi karbohidrat, garam, lemak dan gula berlebihan yang boleh membawa pelbagai jenis penyakit.
 

GEMA IMPIAN © 2008. Design By: SkinCorner